Pages

2PA04 - Tugas 1 - Kelompok 3 - Pengantar Internet ( Jenis Hubungan Koneksi Internet )



Þ   Koneksi Internet Kabel :
Koneksi internet kabel adalah jenis koneksi yang memanfaatkan media kabel sebagai penghantarnya. Koneksi ini juga beragam, baik dari segi biaya maupun kecepatanya.

Þ  Koneksi Internet Nirkabel ( wireless ) :
Wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.


1.      Koneksi Dial Up:


Dial-up connection atau dial-up adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada akses Internet dengan menggunakan jalur telepon tetap atau telepon bergerak. 
Pertama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke penyelenggara jasa internet. Setelah terhubung, maka komputer dapat segera mengakses internet dan kemudian mengakhiri koneksi dengan memutuskan hubungan telepon.

v  Untuk melakukan Dial-up Connection, dibutuhkan perangkat-perangkat sebagai berikut:

A. Perangkat keras:
-Komputer
-Modem
-Saluran Telepon

B .Perangkat Lunak: pada umumnya disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan. 

C. Nama pengguna dan kata sandi: disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan, login tidak dapat diganti sedangkan password dapat kita ganti sendiri secara berkala untuk menjaga keamanan.

v  Yang perlu kita lakukan adalah :

-Berlangganan ke salah satu ISP terdekat.
-Memasang modem ke komputer kita.
-Meng-install software Internet yang disediakan oleh ISP.
-Menghubungkan diri (dial-up) ke ISP.

Setelah komputer terhubung ke ISP maka saat itu pula komputer sudah dapat terhubung ke internet dan kita dapat memulai penjelajahan di Internet. Hubungan ke Internet hanya terjalin selama mempertahankan koneksi komputer kita ke ISP melalui modem. Begitu kita memutuskan hubungan modem ke ISP maka saat itu pula komputer terputus dari Internet.
Hubungan yang kita lakukan ke ISP adalah hubungan lokal (menggunakan pulsa telepon lokal) namun kita sudah bisa menjelajahi Internet dan mengunjungi tempat-tempat lain di seluruh dunia. Tentunya ‘kunjungan’ kita ke tempat-tempat lain tersebut bersifat maya (tidak nyata) karena kita hanya dapat melihat-lihat informasi yang terkandung di komputer-komputer lain di seluruh dunia yang terhubung ke Internet. Karena sifatnya yang maya inilah maka Internet dikenal sebagai cyberspace (dunia maya). Dial-up Connection ini pada umumnya digunakan oleh pribadi-pribadi yang menginginkan untuk mengakses Internet dari rumah. Komputer yang digunakan untuk dial-up pada umumnya adalah sebuah komputer tunggal (bukan jaringan komputer).


2. ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL) :


ADSL adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain. Adapun cara-cara penggunaan ADSL di Indonesia, pertama-tama kita terlebih dahulu harus memiliki perangkat ADSL. Seteleh memiliki perangkat ADSL, kita harus memeriksa keberadaan nomor telepon rumah kita di layanan Telkom Speedy, apakah sudah terdaftar atau belum. Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah, seberapa jauh jarak antara gardu Telkom dengan rumah kita. Karena dalam ADSL, jarak sangat berpengaruh pada kecepatan koneksi Internet. Setelah memastikan bahwa nomor telepon sudah terdaftar dan jarak sudah diperhitungkan, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah pemasangan ADSL pada sambungan telepon. Untuk menyambungkan antara ADSL dengan line telepon, kita menggunakan sebuah alat yang disebut sebagai Splitter atau pembagi line. Splitter ini berguna untuk menghilangkan gangguan ketika kita menggunakan modem ADSL. Sehingga nantinya kita tetap dapat menggunakan Internet dan menjawab telepon secara bersamaan.

Kelebihan ADSL :
§  Pembagian frekuensi menjadi dua, yaitu frekuensi tinggi untuk menghantarkan data, sementara frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax.
§  Bagi pengguna di Indonesia yang memakai program Speedy, penggunaan ADSL membuat kegiatan Internet menjadi jauh lebih murah. Sehingga kita dapat berInternet tanpa khawatir dengan tagihan yang membengkak.

Kekurangan ADSL :
§  Seperti sangat berpengaruhnya jarak pada kecepatan pengiriman data. Semakin jauh jarak antara modem dengan PC, atau saluran telepon kita dengan gardu telepon, maka semakin lambat pula kecepatan mengakses Internetnya.
§  Tidak semua software dapat menggunakan modem ADSL semisal Mac. Cara yang dipakai pun akan lebih rumit dan ada kemungkinan memakan waktu lama, tapi pada modem adsl jenis terbaru management modem dapat di lalukan via web interface sehingga tingkat kompatibilitas nya meningkat dan menjadikan modem adsl dapat digunakan pada setiap jenis pc selama pc bersangkutan memiliki ethernet card .
§  Adanya load coils yang dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load coils sendiri adalah peralatan induksi yang menggeser frekuensi pembawa ke atas. Sayangnya load coils menggeser frekuensi suara ke frekuensi yang biasa digunakan DSL. Sehingga mengakibatkan terjadinya interferensi dan ketidak cocokkan jalur untuk ADSL.
§  Adanya Bridged tap, yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung antara pelanggan dan CO. Bridged tap ini dapat menimbulkan noise yang mengganggu kinerja DSL.
§  Penggunaan fiber optic pada saluran telepon digital yang dipakai saat ini. Di mana penggunaan fiber optic ini tidak sesuai dengan sistem ADSL yang masih menggunakan saluran analog yaitu kabel tembaga, sehingga akan sulit dalam pengiriman sinyal melalui fiber optic.
Kecepatan koneksi modem ADSL masih tergantung dengan jarak tiang Telkom atau DSLAM terdekat, artinya jika jarak modem ADSL dengan DSLAM jauh maka kecepatan koneksi akan menurun karena banyaknya hambatan medium yang dilaluinya dan sebaliknya jika jaraknya dekat, koneksinya akan menjadi cepat.


3. Cable Modem :


Cable Modem merupakan modem yang menyediakan dua arah komunikasi sata melalui frekuensi radio (RF) pada infrastruktur saluran CATV (Cable TV). Kabel modem ini terutama digunakan untuk memberikan akses internet broadband dalam bentuk internet cable dengan mengambil bandwidth yang tinggi dari jaringan televisi kabel.


4.  Koneksi dengan Jaringan Leased Line :



Jaringan Internet Leased Line artinya jaringan yang tersedia untuk mengakses internet selama 24 jam sehari. Hal ini berbeda dengan dial up, di mana akses internet hanya tersedia pada saat kamu melakukan hubungan ke ISP. Oleh karena itu jaringan leased line juga sering disebut sebagai jaringan dedicated line, yaitu jaringan yang dikhususkan untuk koneksi internet. Jaringan leased line dapat menggunakan jaringan telepon, kabel khusus untuk internet, maupun koneksi wireless. Untuk jaringan yang menggunakan kabel, tersedia layanan ISDN dan DSL. ISDN merupakan komunikasi melalui jaringan telepon yang dapat memisahkan aplikasi suara (data analog) dengan data nonsuara seperti teks, gambar, dan video (data digital) pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan pada jaringan telepon. Modem ISDN tidak mengubah data digital menjadi data analog atau sebaliknya seperti pada modem dial up (tidak ada proses modulasi dan demodulasi). Modem ISDN hanya memproses data digital antara komputer dengan jaringan ISDN. Kecepatan transfer data dengan layanan ini mencapai 128 kbps, lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan koneksi dial up. contoh, T-1 saluran dapat disewakan, dan menyediakan kecepatan transmisi maksimum 1,544 Mbit / s. Pengguna dapat membagi koneksi ke baris yang berbeda untuk data multiplexing dan komunikasi suara, atau menggunakan saluran untuk satu rangkaian data berkecepatan tinggi. Semakin, leased line yang digunakan oleh perusahaan, dan bahkan individu, untuk akses internet karena mereka membayar lebih cepat kecepatan transfer data dan biaya-efektif bagi pengguna berat internet.


5. Satelite VSAT :


Koneksi menggunakan satelite merupakan koneksi yang cukup cepat namun termahal. Koneksi ini kita harus menggunakan sebuah payung [ parabola khusus ] untuk menangkap signal satelit.

– Kecepatan dari 64 hingga 2mb [ berlaku hanya di Indonesia ] international lebih dari 2mb.
– Biaya fix rate bulanan by speed for unlimited use.
– Lokasi ditentukan oleh ISP yang menyediakan fasilitas ini.



6. HandPhone


Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan handphone. Dapat dihubungkan melalui Bluetooth maupun usb cable data. Saat online jalur telepon juga tidak terganggu. Bisa menggunakan jaringan GSM maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G atau bahkan teknologi terbaru high speed 3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan teknologi CDMA 2000 1x hampir setara dengan 3G. Perhitungan biaya hampir sama semua yaitu menggunakan sistem perhitungan per kilobyte.                                                                                         Kecepatan mulai dari 64Kb – 2Mb.


7.  WIFI / Hotspot :

Jenis koneksi ini mulai heboh akhir-akhir ini. Dibeberapa kafe, mal berlomba-lomba Memberikan fasilitas ini bahkan gratis untuk para pengunjung / langganan mereka. Wi-fi ini bisa terkoneksi apabila kita memiliki modem WIFI, biasanya notebook jadul belum ada jangan sedih bisa dibeli kok slot pcmci atau colokan usb. Kalau notebook baru biasanya sudah build in semua, dan handphone smartphone khususnya telah memiliki wifi build in juga. sehingga bisa langsung dapat digunakan. Biaya GRATIS kalo penyedianya kasi gratis. Kalo bayar maka biasanya di hitung oleh jumlah kb yang digunakan, model seperti isi voucher hp. semua ini tergantung kepada ISP / penyedia jasa internet, kecepatan 11mb — 100mb [ semacam lan card ], lokasi biasanya di mall, cafe, dan tempat yang ada memang kita telah tahu, misalnya kantor, rumah.

8. Wireless LAN: 

Wireles LAN menggunaka gelombang elektromagnetik ( radio dan inframerah ) untuk melakukan komunikasi datam menyalurkan data dari satu point ke point yang lain tanpa fasilitas fisik. 










9. Koneksi Internet SLIP/PPP :

Jenis koneksi SLIP ( Serial Baris Internet Protocol ) / PPP ( Point to Point Protocol )  ini memiliki kecepatan transfer dan akses data yang cenderung lebih cepat sehingga pengguna Internet bisa running program di Internet dengan cepat  dan tidak perlu mengirimkan satu persatu data dari modem.

10. Koneksi ISDN 


ISDN adalah singkatan dari Integrated Serviced Digital Network, koneksi jenis ini memanfaatkan sirkuit khusus pada saluran telepon yang berguna untuk mempercepat transfer data. Sehingga koneksi ISDN jauh lebih cepat dalam transfer data jika dibandingkan dengan koneksi saluran telpon biasa.





11. Web TV :


WebTV merupakan sebuah layanan email dan browsing web dengan memakai perangkat TV pintar.









 12. Jaringan GPRS :

GPRS merupakan singkatan dari General Packet Radio Service dan biasa digunakan pada Telepon Seluler untuk mengirim dan menerima data menggunakan gelombang radio.













Daftar Pustaka :









Kinerja Kelompok :

NPM
Nama
Jobdesk
Link
11514875
Ayu Lestari
Mencari materi dan penyedia internet
11514343
Annette Jessica
Mencari materi dan penyedia fasilitas (laptop)
18514633
Putri Wulandari
Mencari materi dan konsumsi
16514330
Mahmudia Ratri Kirana
Mencari materi dan penyedia tempat
16514066
Lidya Fitri Febriyanti
Mencari materi dan konsumsi
16514043
Lestia Susilawati
Mencari materi dan konsumsi


Makalah Soft Skill "Kecenderungan Bakat dan Prestasi yang dimiliki Mahasiswa Gunadarma (Tek.Ind, Tek. Mesin dan Psikologi)"

MAKALAH SOFT SKILL
KECENDRUNGAN BAKAT DAN PRESTASI YANG DIMILIKI MAHASISWA GUNADARMA(Tek Ind, Arsitek, dan Psi)

PEMBIMBING:



1PA07 Gunadarma
DISUSUN OLEH:
1.   Kandi Larasati                       (15514765)
2.   Mahmudia Ratri Kirana       (16514330)
3.   Nur Afriani                             (18514126)
4.   Wanita Wynona                     (1C514181)








KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.



                             Depok, 31 Juli 2015


Penulis








DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………..ii
Daftar Isi…………………………………………………………….iii
BAB I
Latar Belakang………………………………………………………..1
Tujuan Penulisan Makalah……………………………………………1
BAB II
Dasar Teori…………………………………………………………...3
BAB III
Metode Penelitian…………………………………………………...12
BAB IV
Hasil Penelitian……………………………………………………...15
BAB V
Kesimpulan……………………………………………………….....19
Daftar Pustaka…………………………………………………….....20














BAB I

1.     Latar Belakang

Tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi perserta didik dengan cara membekali peserta didik dengan keterampilan memproses pengetahuan untuk menguasainya dan memiliki keterampilan hidup, Keterampilan hidup yang dimaksud adalah keterampilan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari hari maupun keterampilan yang diperlukan untuk belajar di jenjang yang lebih tinggi, misalnya keterampilan menganalisis, mengkritisi, memecahkan masalah, mengtransfer pengetahuan yang telah dimiliki ke bidang bidang yang lain.
Diskusi seputar anak berbakat dan keberbakatan di Indonesia merupakan hal masih tergolong baru.Dalam arti hanya beberapa orang saja yang memahami terkait hal ini. Banyak anak berbakat diperlakukan sama dengan anak anak yang lain dan disamaratakan. Akibatnya banyak anak yang memiliki kelebihan namun “menguap” begitu saja. Padahal jika praktisi pendidikan mampu untuk mengelola dengan baik anak anak berbakat ini, sebenarnya akan lebih banyak manfaat yang dapat diambil dari mereka.
Tulisan dalam makalah ini sejatinya merupakan bagian kecil dari upaya memberikan alternative pemahaman dalam bentuk kajian yang mengupas seputar prestasi dan bakat khususnya bakat yang dimiliki mahasiswa Gunadarma. Maka dalam naskah ini pembahasan tidak akan terlalu jauh dari topic topic yang meliputi pengertian keberbakatan.

2.     Tujuan Penulisan makalah
Makalah ini ditulis dengan tujuan sebagai berikut:
1.                            Menambah dan memperkaya atau memerdalam pengetahuan mahasiswa khususnya mahasiswa Psikologi tentang Keberbakatan.
2.                           Mengetahui kecendrungan bakat dan prestasi yang dimiliki beberapa fakultas yang ada di Universitas Gunadarma, khususnya: Teknik Industri, Arsitek, dan Psikologi.

 3.                           Mengetahui dan menemukan perbedaan bakat dan prestasi yang dimiliki mahasiswa
Universitas Gunadarma.





















BAB II
LANDASAN TEORI

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan Negara. Kemajuan suatu kebudayaan bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali, menghargai , dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya; kepada peserta didik.
Tujuan pendidikan pada umumnya ialah menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat. Setiap orang ,mempunyai bakat dan kemampuan yang berbeda-beda dan karena itu membutuhkan pendidikan yang berbeda-beda pula. Pendidikan bertanggung jawab untuk memandu (yaitu mengidentifikasi dan membina) serta memupuk (yaitu mengembangkan dan meningkatkan) bakat tersebut, termasuk dari mereka yang berbakat istimewa atau memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa (the gift dan talented).
Renzulli (Munandar, 2004: 6) mengungkapkan bahwa ‘Dulu orang biasanya mengartikan “anak berbakat” sebagai anak yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi.namun sekarang makin disadari bahwa yang menentukan keberbakatan bukan hanya intelegensi (kecerdasan) melainkan juga kreativitas dan motivasi untuk berprestasi’.
Kreativitas atau daya cipta memungkinkan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan tekhnologi, serta dalam semua bidang usaha manusia lainnya.

A. Pengertian Kreativitas
“Secara umum kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berfikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang baru dan tidak biasa (unusual) dan menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan” (Semiawan, 1999: 89)
Selain dari apa yang telah disebutkan diatas, maka untuk memahami pengertian kreativitas, maka Rhodes (Munandar, 1977) mengemukakan bahwa ada beberapa tinjauan yang harus dikaji. Adapun definisi kreativitas itu dapat dikaji melalui the Four P’s of Creativity (Person, Product, Process, and Press).


Kreativitas sebagai pribadi (person), kreativitas itu mencerminkan keunikan individu dalam pikiran-pikiran dan ungkapan-ungkapan.Halini dipertegas oleh Paul Swartz (1963) bahwa kreativitas merupakan ekspresi tertinggi individualitas manusia.
Kretivitas sebagai produk (product), suatu karya dapat dikatakan kreatif, jika karya itu merupakan suatu ciptaan yang baru atau orisinil dan bermakna bagi individu dan / atau lingkungan.Lebih jauh diungkapkan oleh Jhon A. Glover (1980) bahwa ada tempat pemberangkatan yang terbaik, yaitu kriteria yang dianggap cukup representatif oleh sebagian besar para ahli psikologi dalam mendefinisikan kreativitas.Kriteria yang dimaksudkan adalah sipat kebaruan (novelty) dan kegunaan (utility).
Kreativitas sebagai proses (process) yaitu bersibuk diri secara kreatif yang menunjukan kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas dalam berfikir. Para ahli yang merumuskan definisi kreativitas berdasarkan proses, yaitu Spearman (1930) dan Torrance (1974). Spearman (Munandar, 1977) berpendapat bahwa berfikir kreatif pada dasarnya merupakan proses melihat atau menciptakan hubungan antara proses sadar dan dibawah sadar.  Sementara E. Paul Torrance (Semiawan, 1999: 90) mendefinisikannya sebagai berikut:
‘Creativity, as a process of becoming sensitive to problems, deficiencies, gaps in knowladge, nissing elements, disharmonies, and so on; identifying the dificulty; searching for  solutions, making guesses, or formulating hypothesis about the dificiences; testing and retesting these hypothesis and posibly modifying and retesting; and finally communicating the result’.
Kreativitas sebagai press, menurut bahasa MacKinnon (Roslnaksky, 1970) The creative situation, yaitu kondisi dari dalam atau luar, lebih konkritnya situasi kehidupan atau lingkungan sosial, kultural, dan kerja yang memberikan kemudahan dan mendorong penampilan fikiran dan tindakan kreatif.
Akhirnya secara komprehensif kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan berfikir, bersikap, dan bertindak tentang sesuatu dengan cara yang baru dan tidak biasa (unusual) guna memecahkan berbagai persoalan, sehingga dapat menghasilkan penyelesaian yang orisinal dan bermanfaat.

B. Teori Kreativitas
Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.      Teori Psikoanalisis
2.      Teori Humanistik
3.      Teori Cziksentmihalyi   

1. Teori Psikoanalisis
Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma. Teori ini terdiri dari:
a) Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
b) Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil”bahan dari alam pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego).
c) Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi.Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.
2. Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Teori Humanistik meliputi:
a) Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
o     Kebutuhan fisik/biologis
o    Kebutuhan akan rasa aman
o    Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
o    Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
o    Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
o    Kebutuhan estetik

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight).


b) Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
o    Keterbukaan terhadap pengalaman
o    Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
o    Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.

Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.
3.     Teori Cziksentmihalyi

a. Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalahPredisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.

b. Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
c. Akses terhadap suatu bidang. Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati   sangat membantu pengembangan bakat.
d. Access to a field. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.
e. Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya.

Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi:
Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasang cirri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
1.        Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bias tenang dan rileks, tergantung situasinya.
2.        Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
3.        Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
4.        Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.

Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu.
1.        Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
2.        Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama
3.        Pribadi kreatif menunjukkan lecenderungan androgini psikoogis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)
4.        Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian karya mereka.
5.        Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa.

C. Pengertian Keberbakatan

Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat (inherent) dalam diri seseorang, merupakan bawaan sejak lahir dan terkait dengan struktur otak.  Definisi Columbus Group, bakat adalah 'asynchronous development', yakni kemampuan kognitif di atas rata-rata, mempunyai intensitas kuat yang dipadu dengan pengalaman dan kesadaran diri yang secara kualitatif berbeda dengan orang normal. Renzulli (1981), bakat merupakan gabungan dari tiga unsur esensial yang sama pentingnya dalam menentukan keberbakatan seseorang, yakni kecerdasan, kreativitas, dan tanggungjawab. Menurut Tedjasaputra, MS (2003), bakat adalah kondisi seseorang yang dengan suatu pendidikan dan latihan memungkinkan mencapai kecakapan, pengetahuaan dan keterampilan khusus.
Menurut Widodo Judarwanto 2007, keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, elektronika, informasi tehnologi, bahasa, olahraga dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya. Menurut Galton 2002, kebeberbakatan merupakan kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat yang meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan unjuk kerja.
Menurut Renzulli 2002, keberbakatan merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau spesifik, tingkat tanggung jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat kreativitas yang tinggi.  Menurut Clark (1986), keberbakatan adalah ciri-ciri universal yang khusus dan luar biasa, yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil interaksi dari pengaruh lingkungan. Keberbakatan ikut ditentukan oleh kebutuhan dan kecenderungan kebudayaan dimana seseorang yang berbakat itu hidup.
Dilihat dari sudut pandang berdimensi ganda, keberbakatan adalah kemampuan unjuk kerja yang tinggi di dalam aspek intelektual, kreativitas, seni, kepemimpinan, atau bidang akademik tertentu. Dalam konsep luas dan terpadu, keberbakatan merupakan kecakapan intelektual superior, yang secara potensial dan fungsional mampu mencapai keunggulan akademiak di dalam kelompok populasinya dan atau berbakat tinggi dalam bidang tertentu, seperti matematika, IPA, seni, musik, kepemimpinan sosial dan perilaku kreatif tertentu dalam interaksidengan lingkungan dimana kecakapan dan unjuk kerjanya itu ditampilkan secara konsisten.
Anak berbakat didefinisikan oleh USOE (United States Office of Education) sebagai anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya.
Karakteristik anak berbakat adalah :
a. Memiliki tingkat inisiatif, imajinasi dan kreatifitas yang juga demikian tinggi.
b. Namun sebaliknya dibalik kelebihan itu seringkali disertai penyimpangan beberapa perilaku seperti gangguan sosialisasi, emosi tinggi dan labil, agresifitas tinggi, gangguan konsentrasi, impulsifitas tinggi, gangguan tidur, hiperaktif dan beberapa gangguan perilaku lainnya.
c. Rasa tidak puas yng beralasan, yang bagi anak-anak lain puas/menerima begitu saja akan hal-hal ilmiah.
d. Kemauan untuk bekerja sendirian dalam jangka waktu yang lama.
e. Kemampuan melihat adanya hubungan di antara bermacam-macam unsur dalam satu situasi tertentu.
f. Kemampuan yang tinggi di bidang matematika, membaca, mengungkapkan ide-ide scienci, menggenerelisasikan hal-ihwal, berpikir kuantitatif.
g. Renzulli menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakikatnya adalah tiga kelompok ciri-ciri sebagai berikut:
h. Kemampuan di atas rata-rata
i. Kreativitas tinggi
j. Pengikatan diri atau tanggung jawab terhadap tugas (task commitment)
Di Indonesia pendidikan  keberbakatan menempati posisi penting dan mendapatkan legitimasi hukum. Banyak kebijakan pemerintah yang berbentuk UU,Perpu,PP dan lain sebaginya yang pada intinya mengatur tentang pendidikan khusus bagi masyarakat. Imbas dari hal itu dapat dilihat dari beberapa formulasi-formulasi yang melahirkan gagasan tentang pendidikan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, diantaranya anak-anak berbakat yang dalam perkembangannya, hal itu terwujud dalam bentuk-bentuk pendidikan alternative semisal homeschooling,sekolah khusus dan lain-lain.

D. Hubungan Kreativitas dengan Keberbakatan

Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan: “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
Menurut Hurlock kreativitas menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda.Sedangkan Munandar menyebutkan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengkombinasikan suatu gagasan.Evans juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan hubungan-hubungan baru, untuk melihat suatu obyek dari perspektif baru, dan untuk membentuk kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang sudah ada dalam pikiran.Berdasarkan beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menemukan hubunganhubungan baru dan membuat kombinasi-kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir sehingga dapat menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini sesuatu yang baru tidak berarti sebelumnya tidak ada, akan tetapi sesuatu yang baru ini dapat berupa sesuatu
































BAB III
METODE PENELITIAN

            Kami menggunakan kuosioner sebagai metode untuk mendapatkan data dari mahasiswa/mahasiswi Universitas Gunadarma, kami membagikan kuosioner hanya ke fakultas tertentu yaitu Tekhnik Arsitektur, Tekhnik Industi, dan Psikologi. Karena menurut kami kuosioner sifatnya mudah dipahami bagi mahasiswa/mahasiswi tersebut dan kami ingin mengetahui dalam bidang tersebut mereka mempunyai kelebihan dan keterbakatan apa yang dimiliki fakultas masing-masing kecuali didalam kelebihan dan keterbakatan didalam fakultas yang diminati oleh siswa-siswi tersebut .Kami juga tidak memberi terlalu banyak pertanyaan untuk menghindari rasa bosan pada mahasiswa/mahasiswi tersebut.Kami memberikan 10 soal kuosioner yang dimana didalam kuosiner tersebut dapat kami lihat seberapa jauh minta dan bakat yang dimiliki mahasiswa/mahasiswi tersebut.Kami juga melihat prestasi yang dimiliki mahasiswa/mahasiswi masing-masing dan nilai IPK yang dicapai selama ini.
Berikut soal kuosioner yang kami gunakan:
1.       
Berapa lama saya mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan saya berkerja dengan konsentrasi penuh...
a.       ±20 Menit
b.      ±45 Menit
c.       1 Jam
d.      2 Jam
e.       >2 Jam
2.       
Didalam diri saya memiliki sifat naif (polos/lugu)...
a.       Sangat setuju
b.      Setuju
c.       Kurang setuju
d.      Tidak setuju
e.       Sangat tidak setuju
3.       
Saya seorang yang suka berkerja keras, ulet, dan tekun...
a.       Sangat setuju
b.      Setuju
c.       Kurang setuju
d.      Tidak setuju
e.       Sangat tidak setuju
4.       
Saya adalah seorang yang mandiri bahkan suka menentang tetapi berani mengambil resiko...
a.       Sangat setuju
b.      Setuju
c.       Kurang setuju
d.      Tidak setuju
e.       Sangat tidak setuju



5.       
Saya adalah seorang yang bangga akan karya saya sendiri...
a.       Sangat setuju
b.      Setuju
c.       Kurang setuju
d.      Tidak setuju
e.       Sangat tidak setuju
6.       
Ketika saya mendapatkan sebuag prestasi, saya tidak ingin menonjolkan apa yang saya capai...
a.       Sangat setuju
b.      Setuju
c.       Kurang setuju
d.      Tidak setuju
e.       Sangat tidak setuju
7.       
Saya mengakui adanya faktor keberuntungan dalam karir saya...
a.       Sangat setuju
b.      Setuju
c.       Kurang setuju
d.      Tidak setuju
e.       Sangat tidak setuju
8.       
Pretasi yang pernah diraih dalam non akademik...
a.       Futsal/ sepak bola
b.      Melukis
c.       Mendesign
d.      Menulis/mengarang
e.       DLL
f.       Tidak punya prestasi
9.       
Prestasi yang pernah diraih dalam akademik...
a.       Matematika
b.      Fisika/kimia
c.       Bahasa Inggris
d.      Ekonomi
e.       DLL
f.       Tidak punya prestasi
10.   
IPK terakhir saya...
a.       >2
b.      >2 ≥ 2,5
c.       ≤2,5 ≥3
d.      ≥3 ≤3,5
e.       >3,5






BAB IV
HASIL PENELITIAN

            Hasil dari penelitian yang telah kami kumpulkan melalui angket kepada 3 fakultas berbeda di Universitas Gunadarma (Fakultas Tek. Industri, Fakultas Akutansi, dan Fakultas Psikologi) masing masing berjumlahkan 30 peserta, sebagai berikut :
Teknik Industri

Pertanyaan
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
1
Didalam diri saya memiliki sifat naik (polos/lugu)
26.6%
4 orang
60.0%
9 orang
13.3%
4 orang
0.0%
2 orang
0.0%
tidak ada
19 orang
2
Saya seorang yang suka bekerja keras, ulet, dan tekun
26.6%
4 orang
46.6%
7 orang
26.6%
4 orang
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
15 orang
3
Saya adalah seorang yang mandiri bahkan suka menentang tetapi berani mengambil resiko
26.6%
4 orang
46.6%
7 orang
26.6%
4 orang
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
15 orang
4
Saya adalah seorang yang bangga akan karya saya sendiri
33.3%
6 orang
60.0%
9 orang
6.6%
1 orang
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
16 orang
5
Ketika saya mendapatkan sebuah prestasi, saya tidak ingin menonjolkan apa yang saya capai
33.3%
4 orang
46.6%
7 orang
26.6%
4 orang
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
15 orang
6
Saya mengakui adanya faktor keberuntungan dalam karir saya
40.0%
6 orang
53.3%
8 orang
6.6%
1 orang
6.6%
1 orang
0.0%
tidak ada
16 orang
7
Berapa lama saya mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan saya bekerja dengan konsentrasi penuh
20 Menit          
45 Menit
1 Jam
2 Jam
>2 jam

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
10.3%
3 orang
13.8%
4 orang
10.3%
3 orang
10.3%
3 orang
6.9%
8 orang
21 orang
8
Prestasi yang pernah diraih dalam non akademik
 Futsal/ Sepak bola        
Menulis/Mengarang
Design/ Melukis
dan lain lain
Tidak punya prestasi

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
26.6%
4 orang
13.3%
2 orang
26.6%
4 orang
26.6%
4 orang
6.8%
1 orang
15 orang
9
Prestasi yang pernah diraih dalam akademik
Matematika
Fisika/Kimia
Bahasa Inggris
dan lain lain
Tidak punya prestasi

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
6.6%
1 orang
6.6%
1 orang
26.6%
4 orang
26.6%
4 orang
26.67%
4 orang
14 orang
10
Ipk Terakhir Saya
>2
>2 >= 2,5
<2,5>3
>3<3,5
>3,5

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
0.0%
tidak ada
6.6%
1 orang
26.6%
4 orang
33.3%
6 orang
26.67%
4 orang
15 orang

Akutansi
Pertanyaan
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
1
Didalam diri saya memiliki sifat naik (polos/lugu)
3,5%
1 orang
71,4%
20 orang
21,4%
6 orang
3,6%
1 orang
0,0%
tidak ada
28 orang
2
Saya seorang yang suka bekerja keras, ulet, dan tekun
21,4%
6 orang
57,1%
16 orang
21,4%
6 orang
0,0%
tidak ada
0,0%
tidak ada
28 orang
3
Saya adalah seorang yang mandiri bahkan suka menentang tetapi berani mengambil resiko
14,2%
4 orang
50,0%
14 orang
25,0%
7 orang
10,7%
3 orang
0,0%
tidak ada
28 orang
4
Saya adalah seorang yang bangga akan karya saya sendiri
39,2%
11 orang
57,1%
16 orang
0,0%
tidak ada
3,6%
1 orang
0,0%
tidak ada
28 orang
5
Ketika saya mendapatkan sebuah prestasi, saya tidak ingin menonjolkan apa yang saya capai
21,4%
6 orang
50,0%
14 orang
17,8%
5 orang
7,1%
2 orang
3,6%
1 orang
28 orang
6
Saya mengakui adanya faktor keberuntungan dalam karir saya
71,4%
2 orang
64,3%
18 orang
25,0%
7 orang
25,0%
1 orang
3,6%
tidak ada
28 orang
7
Berapa lama saya mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan saya bekerja dengan konsentrasi penuh
20 Menit
45 Menit
1 Jam
2 Jam
>2 jam
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
3,4%
1 orang
41,4%
12 orang
34,4%
10 orang
20,5%
10 orang
0,0%
tidak ada
28 orang
8
Prestasi yang pernah diraih dalam non akademik
Futsal/ Sepak bola
Menulis/Mengarang
Design/ Melukis
dan lain lain
Tidak punya prestasi
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
26,7%
4 orang
40,0%
6 orang
33,3%
5 orang
0,0%
tidak ada
0,0%
tidak ada
15 orang
9
Prestasi yang pernah diraih dalam akademik
Matematika
Fisika/Kimia
Bahasa Inggris
dan lain lain
Tidak punya prestasi
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
26,7%
4 orang
46,6
7 orang
6,6%
1 orang
6,6%
1 orang
6,6%
1 orang
15 orang
10
Ipk Terakhir Saya
>2
>2 >= 2,5
1 Jam
2 Jam
>2 jam
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
0,0%
tidak ada
0,0%
tidak ada
40,0%
6 orang
33,3%
5 orang
26,7%
4 orang
15 orang

Psikologi

Pertanyaan
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
1
Didalam diri saya memiliki sifat naik (polos/lugu)
13.3%
2 orang
53.3%
8 orang
26.7%
4 orang
6.6%
1 orang
0.0%
tidak ada
15 orang
2
Saya seorang yang suka bekerja keras, ulet, dan tekun
20.0%
3 orang
80.0%
12 orang
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
15 orang
3
Saya adalah seorang yang mandiri bahkan suka menentang tetapi berani mengambil resiko
26.7%
4 orang
40.0%
6 orang
33.3%
5 orang
0.0%
tidak ada
0.0%
tidak ada
15 orang
4
Saya adalah seorang yang bangga akan karya saya sendiri
26.7%
4 orang
46.6%
7 orang
6.6%
1 orang
6.6%
1 orang
6.6%
1 orang
15 orang
5
Ketika saya mendapatkan sebuah prestasi, saya tidak ingin menonjolkan apa yang saya capai
26.7%
4 orang
66.6%
10 orang
0.0%
tidak ada
6.6%
1 orang
0.0%
tidak ada
15 orang
6
Saya mengakui adanya faktor keberuntungan dalam karir saya
20.0%
3 orang
80.0%
8 orang
13.3%
2 orang
13.3%
2 orang
13.3%
2 orang
15 orang
7
Berapa lama saya mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan saya bekerja dengan konsentrasi penuh
20 Menit          
45 Menit
1 Jam
2 Jam
>2 jam

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
6.6%
1 orang
20.0%
3 orang
46.6%
7 orang
20.0%
3 orang
6.6%
1 orang
15 orang
8
Prestasi yang pernah diraih dalam non akademik
Futsal/ Sepak bola        
Menulis/Mengarang
Design/ Melukis
dan lain lain
Tidak punya prestasi

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
26.7%
4 orang
0.0%
tidak ada
6.6%
1 orang
33.3%
5 orang
33.3%
5 orang
15 orang
9
Prestasi yang pernah diraih dalam akademik
Matematika
Fisika/Kimia
Bahasa Inggris
dan lain lain
Tidak punya prestasi

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
13.3%
2 orang
13.3%
2 orang
13.3%
2 orang
26.6%
4 orang
33.3%
5 orang
15 orang
10
Ipk Terakhir Saya
>2
>2 >= 2,5
1 Jam
2 Jam
>2 jam

PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
PERSEN
JUMLAH
TOTAL
0.0%
tidak ada
0.00%
tidak ada
13.3%
2 orang
33.3%
5 orang
53.3%
8 orang
15 orang





















KESIMPULAN

Tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi perserta didik dengan cara membekali peserta didik dengan keterampilan memproses pengetahuan untuk menguasainya dan memiliki keterampilan hidup. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat berpengaruh untuk mecapai suatu kesuksesan. Dari sekian banyak mahasiswa yang kami berikan angket terdapat mahasiswa yang berbakat dalam bidang matematikan dan fisika. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki unggul atau berbakat dalam bidang hitungan sedangkan wanita lebih berbakat dalam bidang sastra.























DAFTAR PUSTAKA
Dheanurulagustina.blogspot.com/2012/01/makalah-perkembangan-kreativitas.html